Menangis Batin setelah Membaca Kisah Nenek Janda ini

Menangis batinlah setelah anda sekalian membaca kisah kehidupan nenek yang tinggal sendirian ini, tanpa seorang anak dan sanak sodara. Nenek ini berjalan kaki yang jaraknya mungkin sangat DEKAT bagi anda sekalian yang sering berpergian menggunakan sepeda motor atau mobil. Kira kira hanya 10-15 kilo meter hanya untuk pergi ke pasar untuk membeli hewan kurban.




Nenek ini mungkin sayang sengan uang yang ia keluarkan jika ialebih memilih untuk naik angkot pada saat akan pergi membeli seekoe kambing untuk kurban, dan memilih untuk berjalan kaki agar uang yang ditujukan untuk membeli kambing tidak terpotong sedikitpun. Sambil menenteng sebotol air mineral yang mungkin juga bukan dari hasil membeli mungkin ia sengaja membawa bekal minuman dari rumahnya.

Dan ketika nenek itu sampai kepasar yang di tuju nenekini kelihatan sangat bingung karena mungkin memang jarang atau mungkin baru pertama lali ia datang kepasar tersebut. Nampak wajah sayu dan kepolosannya karena mungkin ini adalah pertamakalinya ia pergi untuk membeli seekor kambing.

Ia tampak beberapa kali mendatangi ke beberapa pedagang kambing dan memilih milis serta mondar mandir seperti kebingungan, hinga pada saat ia bertanya kepada seorang pedagang kambing yang mengenakan peci hitam kemudian nenek ini menanyakan harga kambing yang dibawa oleh laki-laki tersebut , yang ternyata ia adalah seorang calo kambing. Nenek ini menanyakan harga kambing tersebut kepada tukang calo tersebut.




Dan bilang bahwa harga kambing yang dibawanya itu harganya 625.000 ribu , nampak wajah ragu nenek tersebut , hingga kemudian ia berani menawar dengan harga pass yaitu 500.000 ribu karena memang jumlah uang yang ia miliki hanya sebesar itu bahkan uang tersebut juga bisa dibilang uang receh. Calo kambing tersebut masih tidak mau memberikan kambingnya dengan harga segitu.... hingga lama sekali nenek itu berusaha untuk  menawar sekuat hati. Nenek itu berkata jujur bahwa kambing itu akan ia korbankan untuk berkorban demi keinginannyayang mungkin sudah dari dulu ia pendam.

Alhasil sang calo kambing tersebut masih tetap pada pendiriannya bahwa harga segitu masih belum cukup , hingga nampak wajah sayu nenek itu muncul kembali dirautnya. Kemudian ia duduk termenung dan sesosok pria bertanya kepada nenek tersebut tentang kenapa ia duduk termenung. Dan nenek itu menceritakan kepada laki-laki tersebut bahwa ia inginsekali berkorban di hari idul adha  tahun ini namun uang yang ia punyai masih kurang (sambil ia menghitung-hitung uang recehannya tersebut) kemudian laki-laki yang ternyata adalah pemilik asli dari kambing yang dibawa tukang calo tersebut menghampiri tikan calo tersebut dan memberikan uang dari nenek itu kepada tukang calo tersebut.

Mas,,,,....nenek ini ingin sekali berkurban mohon terima uang tersebut kemudian anda ambil keuntungannya dan sisa nya entah berapapun baru kasih kepada saya. Namun tanpa sepengetahuan nenek tersebut.

Dan ia kembali ke nenek tersebut sambil membawa seekor kambing yang aslinya adalah miliknya tadi dan memberikan kepada nenek tersebut. Ini nek tadi saya tawarkan dan ternyata dikasih, dengan wajah ramahnya moga moga kambing kurban ini akan bermanfaat seperti yang nenek inginkan. Kemudian nenek itu berterima kasih kepada orang tersebut tanpa mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Ia tahunya bahwa memang dengan uang yang dimilikinya ia bisa membeli kambing untuk kurban yang ia impi-impikan dan berjalan dengan wajah yang cukup gembira..... subehanallah....... mulia sekali orang itu dan sungguh amat sangat mulia sekali nenek ini.... semogamenjadi bermanfaat bagi para pembaca sekalian yang budiman.