Pantaskah perlakuan seorang ibu yang tak manusiawi ini dicontoh, Tidak mengerti apa yang sebenarnya ada didalam fikiran ibu yang berasal dari negara Filipina ini, samapai-sampai begitu tega sekali memperlakukan balita putra darah dagingnya sendiri ini seperti hewan piaraannya. Dan bahkan dia (ibu ini) juga menjepret dan memposting foto-foto kelakuannya ini ke dalam akun sosialnya di Facebook.
Sontak dengan sekejap membuat heboh para netizen.
Didalam foto tersebut, terlihat jelas bahwa seorang anak balita lelaki yang masih sangat kecil tanpa sehelai baju merangkak-rangkak dan meringkuk-ringkuk untuk hanya sekedar memakan makanan dari satu mangkuk yang berada dilantai dengan mulutnya. Makanan tersebut seperti layaknya makanan 4njing.
Dan Yang menyedihkannya lagi, di lehernya melingkar sebuah tali yang terikat seperti bisa diibaratkan kalung 4njing. Gambar foto-foto ini mampu menyentuh banyak hati para pelihatnya sehingga sontak menimbulkan banyak reaksi kemarahan dari para netizen dan kawula islam. Termasuk juga Lurleen Hilliard (47 th), pendiri Nolonger Victims, organisasi dunia global yang mengedukasi banyak orang tentang tindakan dan semua bentuk-bentuk kekerasan, dan membantu serta mengupayakan menyelamatkan dan melindungi semua korban yang tertindas. Seperti yang ditulis di Daily Mail, Lurleen buka di Facebook, pada senin kemarin.
Pertama ia mesaksikan foto-foto tersebut, darah dan emosinya selekasnya mendidih bagai diguyur air panas. Menurut dia, hal semacam ini tak dapat ditinggalkan dan harus ditindak lanjuti. Katanya " Apa yang buat saya lebih prihatin lagi yaitu apabila gambar-gambar seperti ini saja dia dengan suka hati dan tanpa bersalah mengunggahnya ke akun Facebook, bagaimanapun juga yang perlakuannya dibalik itu tidak nampak terlihat oleh siapapun?
Mungkin apa yang sebenarnya ingin ia perlihatkan ke kita dan dunia public, lalu kelakuan apalagi dan bagaimana dengan kelakuannya yang tidak dipertunjukkan? Mr. Lurleen lalu dengan sigap menghubungi lembaga-lembaga aplikasi hukum di Amerika Serikat, dan kemudian menghubungi rekan-rekan mereka di negara Filipina. Tanpa perlu waktu yang lama Polisi filipina-pun menemukan wanita itu dalam kurun waktu -+24 jam dengan memakai data-data pada tempat foto itu diungah di Facebook.
Sedangkan balita yang teraniyaya tersebut yang tak lain adalah putranya sendiri itupun langsung masuk ke fasilitas perawatan anak dan balita Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD). Para Pakar kejiwaan dan ambisi juga tengah memeriksa keadaan kesehatan psikologis sang ibu tersebut.
Dan Menurut mr.Lurleen, ia akan selalu memperjuangkan agar si ibu tersebut dituntut dan dihakimi seadil mungkin karena atas tindakannya yang sungguh tidak bisa diterima dan ditoleransi lagi. Bahkan Ia juga menyampaikan kemedia sosial bahwa, beberapa orang harus menghentikan semua bentuk tindakan & kekerasan pada balita dan juga pada anak-anak, dan mencari serta mengambil aksi tanpa berbikir panjang untuk para pelaku.
Seperti yang ditulis di The Daily Mirror, Kepala DWSD Propinsi Bataan dinegara Filipina, mr. Marilyn Tigas menyampaikan bahwa foto-foto tersebut dijepret saat balita itu dan sepupu-sepupunya sedang bermain menirukan perilaku dari hewan. Lalu kemudian sang ibu dengan sengaja mengunggah beberapa foto-foto tersebut sebagai bahan hanya untuk bercanda, akan tetapi para petugas tidak begitu yakin. " Apabila hal itu hanya sekedar untuk lelucon,karena dianggap lelucon yang begitu buruk dan tak lazim.
Anak-anak tidak akan mengerti apabila itu hanya sekedar bercanda, " kata Menteri dari Kesejahteraan Sosial Corazon Soliman (KSCS). Ia berucap, bahwa tidak seorang pun juga berhak untuk memperlakukan seorang anak sendiri sama seperti mainan dan boneka dengan sesuka hati. " Siapapun yang melakukan hal seperti itu akan terancam hukuman-hukuman yang berlaku sesuai dengan undang-undang, " kata mr.Soliman.
Wanita itu kemudian diberi pembinaan dan hukuman yang pantas untuk aksinya tersebut dan meminta maaf kepada semua orang serta sudah menghapus akun Facebook-nya. Namun, nasi sudah menjadi bubur beberapa foto-foto anaknya telanjur menyebar dan mengundang kebencian serta hujatan di banyak kalangan-kalangan yang telah menyaksikan foto-foto tersebut.



